Atsuko Maeda dan Oshima Yuko “Pulang” ke AKB48 untuk obati kerinduan

/ Tuesday, January 27, 2015 /

Negeri ini mengenal tradisi pulang kampung. Paling jelas terlihat saat hari-hari besar keagamaan – katakanlah Lebaran, Natal dan juga menjelang tahun baru Masehi.
Jalan raya disibukkan dengan arus mudik. Transportasi umum penuh sesak. Pencopet, Hipnotis maupun tindakan kriminal lainnya berkeliaran di stasiun dan terminal-terminal memanfaatkan keramaian umum. Toko oleh-oleh kebanjiran omset. Petugas pegadaian bingung karena lemari penyimpanan barang gadainya sudah tak cukup. Jalan ibu kota yang biasanya berjubel, macet dan biasanya dikeluhkan oleh pengguna jalan tiba-tiba lengang. Sanak keluarga yang berada di kampung  menanti-nanti kepulangan sanak family mereka.

Pulang kampung sejatinya adalah sebuah nostalgia. Bagi mereka yang merasakannya, mereka pasti bahagia bisa kembali ke sebuah tempat yang sama sekali tidak tergantikan oleh apapun; rumah. Menurut KBBI, “rumah” berarti [1] bangunan untuk tempat tinggal dan [2] bangunan pada umumnya (seperti gedung). Namun bagi mereka, lebih dari makna harfiah dari KBBI tersebut, rumah begitu dirindu-rindukan bagi mereka yang meninggalkan.

Ajang AKB48 Request Hour tahun ini betul-betul spesial. Selain grup idola kebanggaan negeri – JKT48 – masuk dalam daftar sister grup yang menyumbangkan lagu-lagu terbaiknya disini. Event yang baru saja kelar pada hari kemarin (225/01) itu menghasilkan lagu dengan judul terpanjang yaitu Suzukake Nanchara sebagai peraih top 1 AKB48 Request Hour tahun ini.

Pada hari pertama Request Hour konser ada sebuah kejutan. Sosok penting dalam AKB48, Atsuko Maeda ‘kembali’ tampil bersama AKB48. Acchan panggilan akrabnya, tampil diatas Request Hour membawakan lagu sakral, lagu terakhirnya sebelum ia memutuskan untuk lulus dari grup idola yang membesarkan namanya, ‘Yume no Kawa’. Ada suatu rasa emosional tersendiri dalam mimik Acchan ketika bisa kembali ‘pulang ke rumah’.

Meskipun ini bukan kali pertama ia kembali muncul bersama AKB48, setelah sebelumnya juga ia muncul pada konser AKB48 di Sapporo Dome, 2 tahun lalu, lalu turut serta menghadiri acara kelulusan Shinoda Mariko pula Tomomi Itano, namun tetap saja ia nampak emosional.

Bagi Acchan, bisa kembali ke ‘rumah’-nya adalah sebuah kebanggaan tersendiri. 7 tahun berada di rumah lalu memutuskan untuk pergi (dibaca: lulus) dari AKB48 ia ibarat seperti perantau yang ingin membanggakan keluarganya di kampung, ia ingin menunjukkan bahwa kelulusannya dari sana (AKB48) akan membwanya ia untuk terbang semakin tinggi dan membanggakan keluarga yang di tinggalkannya, Begitu pula dengan Oshima Yuko. Namun, sejauh-jauhnya dia pergi dari rumahnya sendiri, ia pasti akan rindu juga. Meminjam kutipan dari Henry Anatole Grunwald – mantan chief editor  di majalah TIME – ia tentu menganggap AKB48 sebaik-baiknya rumah. “Rumah ialah tempat kelahiran yang disempurnakan oleh kenangan”

Dan, kembalinya lagi pada event Request Hour ini, membuktikan bahwa pulang ke rumah adalah cara terbaik untuk mengobati kerinduan.

Pulang memang identik dengan rumah yang menjadi tempat bernaung, berhenti ataupun beristirahat. Acchan dan Yuko memilih pulang untuk sejenak mengobati rindu di AKB48 sewaktu masih menjadi member dengan mengikuti konser Request Hour ini.

Mereka berdua memahami AKB48 sebagai rumah untuk bernostlagik yang melankolik. Apa benar pulang kampung se-nostalgik itu? Begitu dielu-elukan oleh semua yang berada pada rumah di kampung. Yang pasti Acchan dan Yuko merasakan hal seperti itu. Mereka memilih pulang kampung karena suatu kerinduan, atau hanya sekedar menyapa penggemar-penggemar yang belum bisa percaya bahwa mereka sudah tak lagi tinggal di rumah yang dulu mereka tempati selama bertahun-tahun.

Meminjam kutipan milik Leila S. Chudori, “Pulang adalah sebuah paket lengkap. Ada nilai sejarah dan juga romansa didalamnya. Plus, unsure kontemplasi yang terselip tanpa kesan menggurui.”

Sumber : JKT48Fans-com

Labels

Tentang Beby Oshi Bengkulu

Fanbase Beby Oshi Bengkulu Sekelompok orang yang mendukung Beby Chaesara Anadilla [Member JKT48] . Fanbase ini Didirikan dan di bentuk pada tanggal 17 November 2012 dan satu-satu nya di Kota Bengkulu. Beby Oshi Bengkulu Fanbase kecil yang mempunyai semangat yang besar untuk mendukung Beby Chaesara Anadilla. Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Yang sederhana ini :)
 
Copyright © 2012 - 2015 Beby Oshi Bengkulu, All rights reserved
Redesign by Bebyyers Bengkulu. Powered by Blogger